Peraturan – peraturan Yang Berhubungan Dengan Etika dan Profesi Pada PT Asuransi Kredit Indonesia


BAB I PENDAHULUAN

PRINSIP DASAR PEDOMAN ETIKA BISNIS DAN ETIKA KERJA

A.    Latar Belakang

PT (Persero) Asuransi Kredit Indonesia yang selanjutnya disebut ASKRINDO menyadari akan pentingnya arti implementasi GCG sebagai salah satu alat untuk meningkatkan nilai dan pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkesinambungan, tidak hanya bagi Pemilik Modal (shareholder) namun juga segenap Pemangku Kepentingan (stakeholder). Untuk itulah, ASKRINDO berkomitmen mengimplementasikan GCG secara konsisten yang salah satunya dilakukan melalui penerapan Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct).

Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) berlaku untuk seluruh individu yang bertindak atas nama ASKRINDO baik Dewan Komisaris, Direksi maupun Karyawan yang selanjutnya disebut Jajaran ASKRINDO, perusahaan anak dan afiliasi dibawah pengendalian, pemilik modal serta seluruh stakeholder atau mitra kerja yang melakukan transaksi bisnis dengan ASKRINDO.

Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) adalah sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika bisnis Perusahaan dan etika Kerja dari Jajaran ASKRINDO yang disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur dan melakukan kesesuaian tingkah laku sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan budaya ASKRINDO dalam mencapai visi dan misi Perusahaan.

ASKRINDO senantiasa mendorong kepatuhan terhadap standar etika dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya, serta mewajibkan seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam Perusahaan, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pedoman etika bisnis dan etika kerja dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing. Sebagai bentuk pernyataan tersebut, Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Selanjutnya setiap individu (karyawan ASKRINDO) diwajibkan untuk menandatangani pernyataan pribadi Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) secara tahunan.

Guna mendorong implementasi Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) dapat berjalan baik perlu dilaksanakan program internalisasi dan sosialisasi di seluruh Kantor baik di Pusat maupun Cabang dan Unit Pelayanan. Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) senantiasa disesuaikan dengan perkembangan hukum, sosial, norma, peraturan dan perjalanan bisnis Perusahaan. Diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan masukan terhadap pengembangan Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) agar sejalan dan bersinergi dengan nilai-nilai yang telah ada di Perusahaan. Keberhasilan implementasi Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct) sangat didukung oleh semangat, komunikasi dan komitmen bersama untuk melaksanakannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Askrindo akan mengkomunikasikan kebijakan ini kepada Pemegang Saham, Tertanggung, Agen Asuransi, Broker, Loss Adjuster, Lembaga Keuangan, Mitra Kerja dan stakeholders lainnya untuk mendorong secara aktif agar tercipta sinergi dan sejalan dengan penerapan Code of Conduct ini. Sebagai pedoman yang bersifat dinamis, Code of Conduct Askrindo akan dikaji secara berkala dan berkelanjutan sesuai dengan dinamika lingkungan usaha yang terjadi. Namun demikian, dalam setiap perubahannya Askrindo tidak akan mengorbankan nilai-nilai yang telah ada demi keuntungan jangka pendek semata. Continue reading

Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

Menentukan Titik Koordinat Suatu Tempat dalam Peta Digital


Titik koordinat suatu tempat dalam peta Digital disebut Latitude dan Longitude merupakan salah satu parameter yang harus kita ketahui untuk menentukan posisinya dalam sebuah peta. Proses ini untuk memetakan alamat suatu tempat ke dalam koordinat geografinya tersebut dinamakan dengan istilah Geocoding. Sebaliknya, dengan mengetahui titik koordinatnya di peta kita juga bisa melakukan “reverse-geocoding” yaitu untuk mencari tahu nama tempat tersebut. (Sumber: worsawo.com)

Pada kesempatan ini saya akan memaparkan Bagaimana caranya menentukan posisi koordinat suatu lokasi dalam peta. kali ini saya akan mencari posisi dari sma Sejahtera 1 Depok yang terletak di jalan Anyelir raya no. 68 Nusantara Depok.

Berikut Langkah – langkahnya :

1. Ketikkan nama sekolah atau alamat dari sekolah tersebut pada search bar Google map, jika tidak ditemukan alamat sekolah maupun nama sekolah siasati dengan cara menemukan tempat terdekat dari sekolah tersebut.

tampilan google mapTampilan Google Maps

Kemudian arahkan posisi peta ke tempat sekolah sma sejahtera 1 depok, arahkan dengan menggeserkan peta maupun zoom in peta. bila sudah sesuai posisinya, klik kanan tepat di posisi sma anda berada dan pilih “What’s here ?”.

whats here

setelah itu maka Google maps akan menampilkan posisi yang telah anda tunjuk sebelumnya.

end

Jadi Kesimpulannya, posisi Koordinat dari Sma Sejahtera 1 Depok yaitu -6.392821,106.815347.

Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

Tugas Sistem Informasi Geografis


1. Definisi Sistem Informasi

diagram siDefinisi dari Sistem Informasi menurut Wikipedia ialah suatu kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi tersebut untuk memberi dukungan terhadap operasi dan manajemen pada suatu perusahaan atau organisasi. Didalam Sistem Informasi ini terdapat adanya suatu interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi sehingga dapat menghasilkan output yang sesuai dengan yang dikehendaki para penggunanya.

Komponen dan elemen sistem informasi

  1. Komponen input
  2. Komponen model
  3. Komponen output
  4. Komponen teknologi
  5. Komponen Hardware
  6. Komponen software
  7. Komponen basis data
  8. Komponen kontrol Continue reading
Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

IT Audit Tools ( PostTest COBIT)


Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi :
ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.
http://www.picalo.org/
Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah server AS/400.
http://www.powertech.com/
Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
http://sourceforge.net/projects/nipper/
Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software.
http://www.nessus.org/
Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool.
http://www.metasploit.com/
NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing.
http://www.insecure.org/nmap/
Wireshark
Wireshark merupakan network utility yang dapat dipergunakan untuk meng-capture paket data yang ada di dalam jaringan komputer.
http://www.wireshark.org/
SUMBER : bLOG UNIKOM
Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

Pengertian COBIT (PreTest COBIT)


COBIT

Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi yang dimana menjadi sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen dan user untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.

COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute, yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). COBIT memberikan arahan ( guidelines ) yang berorientasi pada bisnis, dan karena itu business process owners dan manajer, termasuk juga auditor dan user, diharapkan dapat memanfaatkan guideline ini dengan sebaik-baiknya.

Kerangka kerja COBIT ini terdiri atas beberapa arahan ( guidelines ), yakni:

Control Objectives: Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi ( high-level control objectives ) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu: planning & organization , acquisition & implementation , delivery & support , dan monitoring .

Audit Guidelines: Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci ( detailed control objectives ) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.

Management Guidelines: Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Sejauh mana Anda (TI) harus bergerak, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
  • Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus?
  • Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors )?
  • Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan?
  • Bagaimana dengan perusahaan lainnya – apa yang mereka lakukan?
  • Bagaimana Anda mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.

The COBIT Framework memasukkan juga hal-hal berikut ini:

  • Maturity Models – Untuk memetakan status maturity proses-proses TI (dalam skala 0 – 5) dibandingkan dengan “the best in the class in the Industry” dan juga International best practices
  • Critical Success Factors (CSFs) – Arahan implementasi bagi manajemen agar dapat melakukan kontrol atas proses TI.
  • Key Goal Indicators (KGIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan business requirements
  • Key Performance Indicators (KPIs) – Kinerja proses-proses TI sehubungan dengan process goals

Sumber : http://mamayukero.wordpress.com

Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

Audit Sistem Informasi


Pengertian Audit Sistem Informasi menurut beberapa ahli diantaranya :

Menurut Weber (1999, p.10) “Information systems auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards assets,maintains data integrity, allows organizational goals to be achieved effectively, and uses resources efficiently”. Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat melindungi aset, memelihara integritas data, memungkinkan tujuan organisasi untuk dicapai secara efektif dan menggunakan sumber daya secara efisien.

Menurut Gondodiyoto (2003, p.151), audit sistem informasi merupakan suatu pengevaluasian untuk mengetahui bagaimana tingkat kesesuaian antara aplikasi  sistem informasi dengan prosedur yang telah ditetapkan dan mengetahui apakah suatu sistem informasi telah didesain dan diimplementasikan secara efektif, efisien, dan ekonomis, memiliki mekanisme pengamanan aset yang memadai, serta menjamin integritas data yang memadai.

Metode Audit

Menurut Weber (1999, p.55-57), metode audit meliputi:

1. Auditing around the computer

Merupakan suatu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai black box, maksudnya metode ini tidak menguji langkah-langkah proses secara langsung, tetapi hanya berfokus pada masukan dan keluaran dari sistem komputer.

Kelemahan dari pendekatan ini jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itu berubah dan perlu penyesuaian sistem, sehingga auditor tidak dapat menilai apakah sistem masih berjalan dengan baik.

Keunggulan dari pendekatan ini adalah pelaksanaan audit lebih sederhana, dan bagi auditor yang memiliki pengetahuan yang minim di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.

2. Auditing through the computer

Merupakan suatu pendekatan audit yang berorientasi pada komputer dengan membuka black-box, dan secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam sistem komputer.

Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah dapat meningkatkan kekuatan terhadap pengujian sistem aplikasi secara efektif, dimana ruang lingkup dan kemampuan pengujian yang dilakukan dapat diperluas sehingga tingkat kepercayaan terhadap kehandalan dari pengumpulan dan pengevaluasian bukti dapat ditingkatkan.

Kelemahan pendekatan audit ini diantaranya biaya yang dibutuhkan relatif tinggi serta membutuhkan keahlian dari sisi tehnik secara mendalam.

3. Auditing with the computer

Merupakan suatu pendekatan audit dengan menggunakan komputer sendiri (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah-langkah audit. Auditing sistem informasi berdasarkan komputer terdiri dari penggunaan komputer itu sendiri, teknik auditing dengan metode ini sangat berguna selama pengujian substantif atas file dan record suatu perusahaan. Sebaliknya, teknik auditing melalui komputer adalah teknik yang membantu dalam pengujian ketaatan.

Dampak Fungsi Audit Sistem Informasi :

Berikut ini ialah dampak dari adanya Audit Sistem Informasi yang sesuai dengan bagan :

Untitled

– Obyek Perlindungan Aset

– Obyek Integritas Data

– Obyek Efektivitas Sistem

– Obyek Efisiensi Sistem

Sumber : www.scribd.com

Posted in SOFTSKILL | Leave a comment

Review Jurnal


AGE, GENDER, AND MUSCLE STRENGTH: A STUDY BASED ON
INDONESIAN SAMPLES
Henny1*), Hardianto Iridiastadi2, and Iftikar Zahedi Sutalaksana2
1. Department of Industrial Engineering, Universitas Komputer Indonesia, Bandung 40132, Indonesia
2. Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*)E-mail: henny_aditya@yahoo.com
. .
Abstraksi :
Usia, Gender, dan Kekuatan Otot: Suatu Kajian berdasarkan Responden Orang Indonesia. Umur dan jenis kelamin telah umum digunakan sebagai kriteria utama dalam penerimaan pekerja, tetapi biasanya tidak jelas apakah usia dan jenis kelamin ini dapat mempengaruhi kinerja kerja. Sementara sejumlah penelitian terbaru yang telah dilakukan menggambarkan hubungan antara umur, jenis kelamin, dan kemampuan manusia (misalnya: kekuatan otot), hasilnya tidak meyakinkan. Di Indonesia, khususnya, isu-isu seperti itu telah jarang dilakukan penelitian, dan hal ini masih penting untuk dipelajari karena hubungan antara faktor-faktor ini mempunyai hasil yang berbeda pada populasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara usia dan kekuatan otot antara para pekerja untuk kedua jenis kelamin. Sembilan puluh enam pekerja laki-laki dan perempuan berusia (18-65) tahun direkrut dalam penelitian ini, dan data pada kekuatan genggaman dan kekuatan punggung bawah dikumpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puncak kekuatan genggaman terjadi pada usia sekitar 35-40 tahun. Kekuatan maksimum punggung bawah diidentifikasi pada usia 31-35 tahun (untuk pria) dan 26-30 tahun (untuk wanita). Perbandingan antara dua kelompok usia ekstrim (18-20 vs 61-65) tahun menunjukkan penurunan kekuatan rata-rata 50% untuk tangan dan 30% untuk punggung bawah. Untuk kedua protokol, peserta perempuan cenderung memiliki kekuatan otot yang lebih rendah 70-80% dari pria. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi persyaratan fisik pekerjaan, dan faktor-faktor yang sesuai (usia dan jenis kelamin) yang relevan untuk suatu jenis pekerjaan tertentu.
Nama Kelompok :
Arpy Angara 10109110
Adi Yulianto 10109328
4KA07
Posted in SOFTSKILL | Leave a comment