Indonesia Geoportal – BIG


Ina-Geoportal merupakan suatu portal yang mencakup informasi geospasial nusantara yang dirancang oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dahulu dikenal sebagai Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.

Geospatial one stop portal atau GeoPortal dapat memberikan kebebasan kepada para pengguna data spasial untuk menampilkan, memproses, bahkan mengunduh data spasial dari berbagai sistem melalui satu situs. GeoPortal seperti GEOSS (Global Earth Observing System-of-System), SLIP (Shared Land Information Platform) didisain untuk memberikan informasi interdisciplinary, penyatuan data dengan format internasional dan sebagai pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Data geospasial (DG) adalah data tentang lokasi geografis, dimensi, ukuran atau karakteristik objek alam maupun buatan manusia di atas permukaan Bumi. Sedangkan informasi geospasial adalah DG yang sudah diolah sehingga bisa digunakan sebagai alat bantu perumusan kebijakan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan kebumian.

Ada 12 tipe peta yang dapat digunakan di peta Ina-Geoportal yakni Batas Administratif, Citra, Citra Label dan Nama Tempat, Jalan Utama, Topografi, OpenStreet Map, Kelerengan Rupa Bumi, Kelerengan Rupa Bumi dan Label, Relief Rupa Bumi, termasuk 3 basemap yang berasal dari peta Bing yakni Bing Maps Aerial, Bing Maps Hybird, dan Bing Maps Road.

Menariknya, Geoportal juga terhubung dengan berbagai layanan media sosial. Dengan demikian pengguna bisa mengetahui informasi secara real time yang dibagikan oleh jurnalis warga melalui Twitter dan YouTube.

Peta dalam portal bukan hanya berasal dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) saja. Peta di dalam portal tersebut dibangun oleh berbagai kementerian, lembaga serta pemerintah daerah di Indonesia. Hingga saat ini data pada Geoportal disumbangkan oleh 14 institusi pemerintah. Beberapa institusi tersebut adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, dan Badan Pertanahan Nasional.

Geoportal membuat Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pertama yang memiliki layanan pemetaan tematik integratif berbasis web interaktif. Indonesia mendahului Amerika Serikat, yang juga berniat meluncurkan layanan ini. Sedangkan Malaysia juga memiliki geoportal pemetaan, tapi dalam versi sederhana yang kurang interaktif.

Saat ini portal tersebut masih dalam tahap pengembangan atau beta, Proyek ini sudah berlangsung semenjak tahun 2011. Tantangan pengembangnya berkisar dalam soal klasifikasi data dari berbagai dan pemanfaatannya. Selanjutnya pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten harus segera menyelesaikan klasifikasi data geospasial mana yang bisa dipublikasi dan diakses masyarakat, mana yang khusus internal. meskipun sudah bisa diakses siapapun melalui http://tanahair.indonesia.go.id/home/. Rencananya pada 2013 nanti akan diluncurkan versi rampungnya. Saat ini BIG transformasi dari Badan Koordinasi Pemetaan dan Survei Nasional sedang melengkapi infrastruktur geoportal dengan skala 1:250.000, 1:50.000 dan 1:25.000. Bahkan Badan Informasi Geospasial akan terus memaksimalkan kelengkapan sesuai dengan tuntutan yakni skala 1:1.000.

This entry was posted in SOFTSKILL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s